Tekanan Menjadi “Laki-Laki Sukses” di Era Freelance

Di zaman sekarang, banyak laki-laki muda bekerja dalam sistem gig economy seperti driver online, freelance, atau pekerjaan kontrak pendek. Masalahnya, pekerjaan ini sering tidak stabil dan penghasilannya tidak menentu. Namun, masyarakat masih menuntut laki-laki untuk terlihat sukses dan mampu menjadi “penopang”.

Akibatnya, banyak pria merasa harus selalu terlihat kuat dan berhasil, walaupun sebenarnya sedang kesulitan ekonomi. Mereka sering memaksakan gaya hidup tertentu, membeli barang demi gengsi, atau bekerja berlebihan agar dianggap berhasil.

Tekanan ini dapat membuat laki-laki mudah stres, marah, dan merasa gagal ketika tidak sesuai dengan standar sosial. Dalam beberapa kasus, rasa tertekan itu berubah menjadi sikap agresif atau terlalu kompetitif terhadap orang lain.

4 Comments

  1. Terimakasih, ini sangat bermanfaat

  2. Tetaplah optimis berusaha secara konsisten walaupu itu terlihat kecil dan sederhana, Kesuksesan besar dimulai dari hal2 kecil

  3. Itulah pentingnya pemahaman bahwa kedewasaan itu mampu menekan ego sehingga dapat mendahulukan yang dibutuhkan daripada yang diinginkan

  4. Omg”….. 😭😭😭, ini keren bngtttt… Sihhh… Jujur, sngat membantu bagi laki”jaman sekarang 🙇‍♀️. Di tunggu tulisan selanjutnya 👋

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *