Media sosial ikut membentuk standar baru tentang seperti apa laki-laki “ideal”. Banyak konten menampilkan pria bertubuh atletis, kaya, percaya diri, dan tidak menunjukkan emosi. Akibatnya, banyak laki-laki merasa harus tampil sempurna di internet.
Fenomena ini membuat pria sering membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka takut dianggap lemah jika menunjukkan kesedihan, kecemasan, atau kegagalan. Karena itu, sebagian memilih menyembunyikan perasaan dan membangun citra palsu demi mendapatkan pengakuan berupa like, followers, atau pujian.
Tekanan untuk menjaga citra kadang memunculkan perilaku negatif seperti bullying, merendahkan orang lain, atau bersikap kasar demi mempertahankan status sosial.
iya bagus
tingkatkan, sangat bermanfaat
Omg”…. Ini bener bngt, apalagi zaman”sekarang sudh mengikuti standar tiktok, seolah-olah itu Beerminimum semua orang, omg”… Bener bngt 😭, sy berinvestasi sm tulisan ini 👋. Besok sy akan kembali jika tulisan ini sudh 1jt komen.