Kehidupan di kota besar sering membuat orang merasa sibuk tetapi kesepian. Hubungan dengan keluarga atau komunitas menjadi lebih renggang. Banyak laki-laki akhirnya tidak punya tempat aman untuk bercerita tentang masalah hidup mereka.
Karena terbiasa diajarkan untuk “kuat” dan “mandiri”, sebagian pria memilih memendam stres sendirian. Padahal, emosi yang dipendam terus-menerus bisa berubah menjadi kemarahan, depresi, atau perilaku toxic.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan ruang dukungan yang lebih sehat. Misalnya komunitas diskusi, forum anonim, layanan konseling, atau kampanye yang menunjukkan bahwa laki-laki juga boleh sedih, gagal, dan meminta bantuan.
Maskulinitas sehat bukan berarti harus selalu dominan dan keras. Menjadi laki-laki yang peduli, mampu bekerja sama, dan berani mengungkapkan perasaan juga merupakan bentuk kekuatan.
oke bagus, aku tidak ragu lagi untuk bercerita
Kekuatan bukan tentang kekerasan tetapi kemampuan untuk tetap bertahan dalam situasi dan kondisi apapun serta mampu mengambil sikap yang bijaksana dalam penyelesaiannya